Materi Kajian • Jum'at, 25 Mei 2018 pukul 04:50 WIB
Perangkap - perangkap Syaithan
Ustadz Abdul Rouf
@Masjid Al Muhajirin Taman Boston
Judul Kajian: “Perangkap2 Syetan”
04:45 - 05:15 (Ba'da Shubuh)
Khamsah, 8 Ramadhan 1439 H / 24 Mei 2018
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Salah satu perkara yg wajib kita miliki adalah memahami tentang “talbis iblis” ini wajib atas setiap muslim untuk memilikinya
(Talbis artinya menampakkan kebatilan dalam rupa kebenaran / Perangkap2 syetan)
Karena syaiton (iblis) telah bersumpah kpd Allah Azza wa jalla akan menyesatkan umat manusia
Dalil :
Qs. Al A’Raaf (7) : 16-17
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿١٦﴾
ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ ﴿١٧﴾
(Iblis) menjawab, "Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus,
kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur."
*Dalam ayat itu dijelaskan Bahwa syaiton telah mengepung kita dari segala penjuru dengan talbisnya
Bagi seorang muslim yg ingin melindungi dirinya dari syaiton tidaklah cukup hanya dgn membaca ta’awuz tp wajib memahami dan mempelajari talbis iblis (ilmu syar’i)
Diantara perangkap2 syaiton yaitu :
1. Al amani (angan2 kosong) yg akan dibangun oleh sayiton si setiap hati manusia
Dalil :
Qs AnNisa (4) : 119
وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ الْأَنْعَامِ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا ﴿١١٩﴾
dan pasti akan kusesatkan mereka, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka, dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, (lalu mereka benar-benar memotongnya), dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah, (lalu mereka benar-benar mengubahnya)." Barang siapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian yang nyata.
2. Sifat Ta’ashub (fanatisme)
Memiliki Kebanggaan yang kosong
Segolongan orang menjadikan ta’ashub madzhabi (fanatisme madzhab) sebagai agama yang dipegang erat-erat dan sebagai modal keyakinan yang digembor-gemborkan.
Sementara segolongan yang lain merasa puas dengan sikap taklid buta.
Dua golongan manusia: muta’ashib (fanatikus golongan) dan muqallid (orang yang taklid) di atas sama-sama berada pada keadaan yang teramat jauh dari kebenaran yang semestinya diikuti.
Rasanya tepat sekali jika ungkapan (ayat al-Qur’an al-Karim) berikut ditujukan kepada mereka:
لَيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلَا أَمَانِيِّ أَهْلِ الْكِتَابِ
“Artinya : (Apa yang dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan bukan (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab” [An-Nisa’/4: 123]
Kemudian Allah Azza wa jalla mengingatkan kembali dalam firmannya untuk senantiasa menjaga amal2
Qs Annisa (4) : 120
يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ ۖ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا ﴿١٢٠﴾
(Setan itu) memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.
Dan Allah Azza wa jalla menegur kembali dalam firmannya
Qs. AlHujurat (48) : 13
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ ﴿١٣﴾
Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.
*Pesan dari ayat ini :
Kemuliaan tidak dilihat dari jenisnya (kelamin, nasab, suku) namun dilihat dari ketaqwaannya
Dari Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami radhiyallahu’anhu, beliau berkata,
” كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ ، فَقَالَ لِي : سَلْ ، فَقُلْتُ : أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ ، قَالَ : أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ ، قُلْتُ : هُوَ ذَاكَ ، قَالَ : فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ “. رواه مسلم في ” صحيحه“(489).
Aku pernah bermalam bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu aku menyiapkan air wudhu` dan keperluan beliau. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku, ‘Mintalah sesuatu!’ Maka sayapun menjawab, ‘Aku meminta kepadamu agar memberi petunjuk kepadaku tentang sebab-sebab agar aku bisa menemanimu di Surga’. Beliau menjawab, ‘Ada lagi selain itu?’. ‘Itu saja cukup ya Rasulullah’, jawabku. Maka Rasulullah bersabda, ‘Jika demikian, bantulah aku atas dirimu (untuk mewujudkan permintaanmu) dengan memperbanyak sujud (dalam shalat)‘” (HR. Muslim, no. 489).
-Macam2 sujud: sujud syukur, sujud syahwi, sujud tilawah, sujud dlm solat)
Dan yg dimaksudkan adalah memperbanyak solat (sunnah)
Orang2 yg sudah merasa bangga dengn angan2 kosong (kelompok, organisasi, dll) adalah orang2 yg sudah masuk dalam perangkap syaiton sehingga akan sulit menerima nasehat dan hidayah pun akan pergi jauh dari dirinya.
#WallahualamBissawab
سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

