Materi Kajian • Rabu, 13 September 2017 pukul 01:23 WIB
Ustad Abu Jundi [Ibadah Haji Sesuai Rosul]
Ustadz Abu Jundi
Masjid Al Muhajirin @Cluster Boston Perum.Puri Sidoarjo
Judul Kajian: "Ibadah Haji sesuai tuntunan Rasulullah صلى الله عليه وسلم"
04:45- 06:00 (Ba'da Shubuh)
Rabu, 13 September 2017
• Bulan Dzulhijah adalah salah satu dr 4 bulan yg dimuliakan.
Allah azza wa jalla meletakan ibadah yg mulia di bulan ini yaitu ibadah haji.
Nabi muhammad melaksanakan haji pd tahun ke 10, Umroh beliau melaksanakan 3 kali
Umroh ke 4 dilaksanakan bersamaan dgn haji (haji wada)
Setelelah wukuf 81 hari kemudian rasul wafat dibulan rabiul awal
• Diriwayatkan oleh Muslim:
Muhammad Ali Bin Husein menanyakan kepada Jafar bin abdullah "Ceritakanlah kepadaku bagaimana Rasulullah صلى الله عليه وسلم berhaji" Maka ia pun memberi isyarat dgn tangannya, dirapatkannya 9buah jarinya yg artinya selama 9 tahun setelah di madinah beliau blm melaksanakan haji krn disibukan dgn pembebasan negeri2 yg msh kafir, lalu beliau akan melaksanakan haji di tahun ke 10.
• Pengumuman Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم hendak berhaji: "kurun waktu 9th Rasulullah tinggal dimadinah tdk melakukan haji. Namun pada tahun ke 10 diumumkan kepada khalayak ramai bahwa Rasulullah akan berhaji. Maka banyaklah orang datang ke Madinah ingin mengikuti Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan mencontoh perbuatan hajinya.
Hukum haji sdh ada sebelum rasul berhaji tp masih mengikuti cara berhaji orang2 jahil (kaum quraisy) seperti cara tawaf yg bertelanjang dan bersiul2 & berwukuf bukan di arafah
• Adanya Anggota rombongan yg melahirkan. Maka kamipun berangkat bersamanya hingga ke dzul hulaifah (nama sunnah). Asma binti umaish melahirkan anaknya (yg artinya disaat hamil tua dan hendak melahirkan beliau tetap ikut safar berhaji) anaknya yg bernama muhammad bin abu bakar. Maka disuruhnya orang menemui Rasulullah صلى الله عليه وسلم utk menanyakan kpd rasul apa yg harus dilakukannya, Sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم : "Mandilah kamu dan ikatkanlah perban pada kemaluanmu lalu ihramlah"
- Mandi (dari kotoran dr darah) artinya asma msh dalam masa nifas
Disinilah hukum bahwa orang hamil boleh berhaji bahkan orang dlm masa nifas jg diperbolehkan haji.
- Dan Rasul memerintahkan menggunakan pembalut kemudian menggunakan pakaian ihram nya.
Jadi perempuan yg dalam kondisi haid boleh melakanakan ibadah haji. (Kecuali tawaf)
Rasul kemudian solat 2 rakaat di dzulhulaifa (dan dulu blm ada masjid) krn diperintahkan Allah azza wa jalla melalui malaikat jibril untuk solat di lembah yg diberkahi (dzulhulaifa) atau disebut lembah aqiq.
• Diiringi lautan manusia. Kemudian Rasulullah, melakukan shalat di masjid lalu menaiki Koswa yaitu untanya (Hukum boleh ibadah diatas kendaraan, contoh : kursi roda) hingga setelah hewan itu berada di padang pasir dilihatnya di depannya lautan manusia sejauh-jauh mata memandang, ada yang di atas kendaraan (diatas kuda/unta) dan ada pula yang berjalan kaki. Ketika menoleh ke sebelah kanan, dilihatnya seperti itu. Demikian pula halnya disebelah kiri dan di belakangnya. Jadi posisi Rasulullah berada di kalangan/tengah kami, dan kepadanya diturunkan Al-Qur'an dan beliau sangat memahami makna dan perintah yang di kehendaki Allah Subhanahu Wa Ta'ala, sehingga apa-apa yang dilakukannya, kami kerjakan pula.
• Mengumandangkan Talbiyah
Setelah sampai di Baidha (pinggiran kota madinah, tempat dmn pasukan akhir zaman negara2 kafir yg menyerang muslimin dan ditenggelamkan di tempat itu).
Beliau pun membaca talbiyah dengan suara keras : "Labbaikallahumma, labbaika laa Syariika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka walmulk, laa syariika lak" (Aku datang memenuhi panggilanMu ya Allah, aku datang kupenuhi panggilanMu, tiada sekutu bagiMu. Sesungguhnya puji-pujian dan nikmat karunia itu adalah milikMu, begitupun kerajaan, tiada serikat bagimMu). Orang-orang turut mengucpkan talbiyah seperti Rasulullah ucapkan, sedang Rasulullah saw, tiada menolak sedikitpun ucapan mereka, hanya beliau meneruskan membaca talbiyahnya.
• Diawali dengan ibadah Umrah. Cerita Jabir Radiyallahu Anhu selanjutnya : "Kami hanya meniatkan haji, karena kami belum lagi mengenal umrah. Demikianlah setelah kami sampai ke Ka'bah bersamanya, beliau pun mengusap rukun atau sudutnya dengan telapak tangannya / menciumnya. Beliau berlari-lari kecil tiga kali dan berjalan biasa 4 kali, lalu terus ke Maqam Ibrahim (batu bekas pijakan kaki Ibrahim Alaihis Salam) - tempat berdiri menjalankan ibadah Nabi Ibrahim Alaihis Salam dan membaca : "Wattakhidzuu min maqaami Ibraahima mushalla"(Mereka ambil makam Ibrahim sebagai mushallah). Kemudian ia berdiri di suatu tempat hingga makam itu berada diantaranya dengan Ka'bah, buat melakukan shalat. Pada Shalat dua raka'at itu dibacanya : "Qul huwallahu ahad" dan "Qul yaa ayyuhal kaafiruun", lalu ia kembali ke rukun tadi serta mengusapnya pula. (kembali ke sudut baitullah / hajar aswad dan kembali menciumnya, dimana sunnah ini yg sering ditinggalkan), namun bila tdk dpt menciumnya maka disunnahkan melambaikan tangan dan membaca Bismillahi AllAHu Akbar), minum zam2, baru menuju ketempat sa'i.
• Sa'i di Shafa dan Marwa.
Setelah itu ia keluar dari pintu gerbang menuju Shafa : Dan setelah dekat ke Syafa, dibacanya : "Innash shafa wal marwata min sya'aarillah, abdau bimma badallaahu bih" (Sesungguhnya Syafa dan Marwa itu termasuk diantara syi'ar-syi'ar Allah kumulai dengan apa yang dimulai Allah). Kemudian beliau bersabda "Sesungguhnya bahwa sai adalah bukti kegungan agama islam" lalu rasul melakukan sa'i. Maka dimulailah dari Syafa, lalu didakinya bukit itu hingga klihatan olehnya Ka'bah. Beliaupn menghadap qiblat, membaca kalimat tauhid dan takbir serta katanya : "Laa ilaaha illallaahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu, wahuwa 'alaa kulli syaiin qadiir. Laa ilaaha illallahu wahdahu, anjaza wa'dahu wamasyara 'abdahu wahazamal ahzaaba wahdah" (TiadaTuhan melainkan Allah, Esa tiada berserikat. BagiNyalah kerjaan dan milikNya puji-pujian, dan Ia kuasa atas segala sesuatu. DipunuhiNya, dibantuNyahambaNya, dan dikalahkanNya pihak yang bersekutu seorang diriNya).Sementara itu ia berdoa dicelah-celah upacara tadi. Hal diatas diulanginya sampai tiga kali. Setelah itu ia turun ke Marwa, hingga demi kedua tumitnya telah berpijak di perut lembah, iapun mulai berlari. Kemudian setelah sampai di tempat mendaki kembali berjalan kaki hingga tiba di di Marwa. Di sini dilakukannya pula seperti di Syafa.
• Haji Tamattu'.
Ketika thawafnya yang penghabisan berakhir di Marwa, sabdanya : "Seandainya saya nanti melakukan lagi apa yang telah saya ibadatkan (saya kerjakan) tadi, saya tidak membawa hewan kurban, hanya saya jadikan saja ibadat tadi sebagai umrah. Maka barangsiapa diantaramu tidak mempunyai kurban, hendaklah dia ihlal, dan menjadikan ibadatnya sebagai umrah". Maka berdirilah Surakah bin Malik katanya. Ya Rasulullah, apakah buat tahun ini saja, atau buat selama-lamanya?. Rasulullah pun mempersilangkan jari-jari tangannya, yang satu pada yang lainnya lalu bersabda : "Umrah tercakup dalam haji selama dua kali masa, tidak bahkan buat selama-lamanya".
• Ali bin Abi Thalib Radiyallahu Anhu datang membawa kurban.
Waktu itu Ali tiba dari Yaman, membawa hewan-hewan kurban buat Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam. Didapatnya Fatimah Radiyallah Anha telah ihlal bersama orang-orang itu, ia memakai pakaian bercelup dan bercelak mata. Ali Radiyallahu Anhu menyalahkannya berbuat demikian itu. Tapi kata : Fatimah Radiyallahu Anha "Bapaklah yang menyuruhku melakukannya" Ulas Jabir pula : "Di Irak Ali bercerita : Saya pun pergi menemui Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam agar ia memarahi Fatimah atas perbuatannya itu, sambil meminta fatwanya mengenai ucapan Fatimah itu, dengan tak lupa mengatakan bahwa saya telah menyalahkannya" Maka sabdanya : Benar, benarlah apa yang dikatakannya itu!" Apa yang kau ucapkan ketika hendak memulai haji? : "Ya Allah, saya bertalbiyah sebagaimana diucapkan oleh RasulMu". Sabda Nabi pula "Saya mempunyai hewan untuk kurban, maka tak usah kau ihlal dulu" Cerita Jabir : Jumlah hewan yang dibawa Ali dari Yaman dan yang disediakan oleh Nabi Salallahu Alaihi Wassalam. ada seratus ekor". Maka orang-orangpun ber-ihlallah dan bercukur semua, kecuali Nabi Salallahu Alaihi Wassalam dan orang-orang yang mempunyai hewan untuk kurban.
- Dari riwayat inilah Hukum pakaian ihram bagi wanita warna boleh apa saja dan bagi laki2 warna harus putih
- Jlm hadyu yg dibawa Ali Radiyallahu Anhu ada 100ekor, beliau menyembelih sebanyak 63ekor sesuai dengan umur beliau.
• Menuju Mina.
Tatkala tiba hari Tarwiah yakni tanggal 8 Dzulhijjah mereka berangkat menuju Mina, dan bertalbiyah untuk haji. Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wassalam menunggang kendaraan dan di sana ia melakukan shalat dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh. Ia tinggal di sana sebentar menunggu matahari terbit dan menempuh waktu sambil menyuruh orang mendirikan kemah dari kayu di Namirah (sebuah tempat arafah diantara sebagian tanah haram dan tanah halal), Kemudian Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wassalam berjalan dan orang-orang Quraisy merasa yakin dia tentu akan wuquf di Masya'aril haram sebagaimana dilakukan orang Quraisy di masa jahiliyah Tetapi rupanya Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wassalam langsung dan terus ke Arafah
• Pidato Pada Hari Wukuf.
Ketika Rasulullah berjalan terus ke arafah didapatinya kemah telah didirikan di Namirah, maka iapun berhenti di sana dan tatkala matahari telah tergelincir, di halaunya pula Koswa buat berjalan hingga sampai di bagian bawah lembah. Di sana dia berpidato dihadapan manusia, dengan 4 sabdanya :
1. "Sesungguhnya darah dan harta bendamu adalah suci bagimu sebagaimana sucinya hari ini, di bulan ini, dan di negeri ini.
2. Ketahuilah bahwa segala sesuatu tentang urusan jahiliyah telah hapus dan ditaruh di bawah telapak kakiku. 3. Tuntutan darah masa jahiliyah telah dibatalkan, dan tuntutan yang mula-mula dihapuskan dari darah kita ialah darah Ibnu Rabi'ah bin Harits - ia disusukan di bani Sa'ad dan dibunuh oleh suku Hudzeil - riba jahiliyah juga batal, dan riba kita yang mula pertama yang saya batalkan adalah riba Abbas bin Abdul Muthalib, semuanya menjadi batal.
4. Dan takutlah kamu kepada Allah mengenai wanita, karena kamu mengambil mereka dengan jaminan dari Allah, dan kamu halalkan kehormatan mereka asal tidak melewati batas. Dan adalah hak kamu atas mereka tidak seorangpun yang tidak kamu senangi boleh mereka ijinkan menginjak pekaranganmu seandainya itu mereka lakukan, bolehlah kamu memukul mereka, asal tidak melewati batas. Sebaliknya menjadi kewajiban kamu terhadap mereka memberi mereka nafkah dan pakaian secara patutnya.
Sungguh telah saya tinggalkan buat kamu sesuatu, yang jika kamu berpegang teguh kamu tidak akan sesat setelah itu : " yaitu Kitabullah dan kelak kamu akan ditanya mengenai aku, maka apa katamu?" Ujar mereka : Kami mengakui bahwa anda telah memberikan nasehat" . Sabdanya sambil mengacungkan telunjuk ke langit lalu menudingkannya kepada manusia bolak balik berkali-kali : " Ya Allah, saksikanlah ya Allah maka saksikanlah!" sebanyak tiga kali.
• Menuju Musdalifah.
Kemudian ia pun adzan, lalu qamat dan melakukan shalat dzuhur, lalu qamat lagi dan melakukan shalat ashar tanpa diselingi suatu shalat pun di antara keduanya. Setelah itu Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam menaiki kendaraannya lagi hingga tiba di Mauqif. Di sana dihentikan kendaraannya, hingga perut Kuswa telah berada di atas tanah. Bukit tempat berhimpun orang-orang yang berjalan kaki berada di depannya, sedang ia sendiri menghadap ke arah kiblat. Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wassalam masih tetap berdiri sampai matahari terbenam : warna kuning mulai lenyap hingga bola matahari pun tenggelam. Disuruhnya Usamah membonceng di belakang, lalu Rasulullah pun berangkatlah. Tali kekang ditariknya kuat-kuat, hingga kepala hewan itu hampir saja bersentuhan dengan tempat si pengendara menaruh kakinya, lalu sabdanya sambil memberi isyarat dengan tangan kanannya. "Hai manusia! Tetaplah Tenang!". Setiap melalu tmpat mendaki, diulurkannya tali kekang sedikit hingga tiba di atas. Akhirnya sampailah ia di Muzdalifah, lalu melakukan shalat Maghrib dan Isya dengan sekali azan dan dua kali iqamah, sedang di antara kedua shalat itu ia tidak membaca tasbih sedikitpun.
• Di Masy'aril Haram.
Setelah itu Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam berbaring tidur hingga terbit Fajar. Ketika ternyata olehnya bahwa waktu shubuh telah tiba, ia pun mengerjakan shalat Shubuh, yakni dengan sekali adzan dan sekali iqamat. Kemudian dianikinya Koswa dan berkendararaan hingga sampailah ia di Masy'aril haram. Ia pun menghadap kiblat, lalu berdoa kepada Allah, membaca takbir, tahlil dan kalimat tauhid. Ia tetap berdiri sampai hari benar-benar terang. Dan sebelum matahari terbit Nabi pun berangkat dan membonceng Fadhal bin Abbas di belakangnya. Ia ini adalah seorang laki-laki yang berambut dan berparas elok dan putih kulitnya. Kebetulan ketika Nabi mulai berangkat itu, lewatlah di dekatnya kendaraan-kendaraan bermuatan penumpang wanita dari Bahrain. Mak Fadhal tak lepas dari memandangi mereka. Maka Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam. menutupi wajah Fadhal dengan telapak tangannya, hingga Fadhal memutar wajahnya dan memandangi mereka dari arah lain. Kembali Rasulullah menutupi wajah Fadhal dari arah sebelah, hingga Fadhal terpaksa pula merubah arah pandangannya. Akhirnya sampailah Nabi di lembah Muhasir, Ia bergerak sedikit lalu menempuh jalan tengah yakni yang menuju ke Jumratul Kubra.
• Melempar Batu Jumrah.
Dan tibalah ia di Jumrah yang terletak dekat pohon kayu. Maka dilemparnya dengan tujuh kerikil, dan setiap melemparkan satu kali kerikil yang besarnya seperti batu untuk melempar itu, ia membaca takbir. Nabi melakukannya ialah dari dasar lembah. Setelah ia berpaling menuju tempat penyembelihan, dan menyembelih 63 ekor hewan korban dengan tangannya sendiri. Lalu menyerahkan kepada Ali Radiyallahu Anhu yang yang menyembelih sisa yang yang masih ada, dan dibawa serta oleh Nabi dalam berkurbannya. Kemudian disuruhnya mengambil sekerat daging tiap-tiap unta yang disembelih, dimasukkan ke dalam belanga dan dimasak. Mereka makan daging itu dan mereka minum kuahnya.
• Thawaf Ifadhah.
Setelah itu Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam berkendaran lagi dan melakukan tahawaf di Ka'bah, lalu shlat dzuhur di Mekah. Kemudian pergi mendapatkan bani bani Abdul Muthalib buat menitakan jemaah air minum dari telaga zamzam, Sabdanya : "Pergilah minta air kepada bani AZbdul Muthalib dan timbalah!" seandainya saya tidak takut orang-orang akan berebutan air hingga kamu jadi terdesak karena anggapan bahwa itu termasuk dalam upacara haji tentulah saya akan turut menimba bersamamu!". Mereka pun memberikan air minum seember kepada Nabi Salallahu Alaihi Wassalam yang oleh Beliau diminum sebagian".
Demikian uraian sejarah perjalanan Haji Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam Dan Tata Cara Berdoa sesuai yg beliau contohkan. Semoga bermanfaat.
#Wallahualam Bissawab

